Postingan

Kata Imam Syafi'i Tentang Bergaul

  لِلإِمَامِ الشَافِعِيِّ (المُتَوَفَّى سنة ٢ ۰ ٤ هـ) في المُعَاشَرَةِ Syair Imam Syafii (Wafat 204 H) Tentang Bergaul إِذَا المَرْءُ لاَ يَرْعَـاكَ إِلاَّ تَكَلُّفًا # فَدَعْهُ وَلَا تُكْثِرْ عَلَيْهِ تَأَسُّفَــا فَفِي النَاسِ أَبْدَالٌ وَفِي التَرْكِ رَاحَةٌ # وَفِي القَلْبِ صَبْرٌ لِلْحَبِيْبِ وَلَوْ جَفَا فَمَـا كُلُّ مَنْ تَهْوَاهُ يَهْوَاكَ قَلْبُهُ # وَلَا كُلُّ مَنْ صَافَيْتَهُ لَكَ قَدْ صَفَا إِذَا لَمْ يَكُنْ صَفْوُ الوِدَادِ طَبِيْعَةً # فَلَا خَيْرَ فيِ وُدٍّ يَجِيْءُ تَكَلُّفَــا وَلَا خَيْرَ فِـيْ خِلٍّ يَخُوْنُ خَلِيْلَهُ # وَيَلْقَاكَ مِنْ بَعْدِ المَوَدَّةِ بِالجَفَــا وَيُنْكِرُ عَهْدًا قَدْ تَقَـادَمَ عَهْدُهُ # وَيُظْهِرُ سِرًّا كَانَ بِالأَمْسِ فِيْ خَفَـا سَلَامٌ عَلَى الدُّنْيَا إِذَا لَمْ يَكُنْ بِهَا # صَدِيْقٌ صَدُوْقٌ صَادِقُ الوَعْدِ مُنْصِفَا Terjemahan: Jika seseorang tidak bersikap baik padamu melainkan hanya berpura-pura. Maka tinggalkanlah ia dan janganlah terlalu banyak kasihan kepadanya. Karena ada banyak yang bisa menggantikannya, dan dengan men...

Kata Sholahudin As Shofadi (Wafat 764 H)

                       قَالَ  صَلَاحُ الدِيْنِ الصَفَدِي (المُتَوَفَّى سنة ٧٦٤ هـ) Kata Sholahudin As Shofadi (Wafat 764 H) الجَدُّ بِالجِدِّ وَالحِرْمَــانُ بِالكَسَلِ # فَانْصَبْ تُصِبْ عَنْ قَرِيْبٍ غَايَةَ الأَمَلِ وَاصْبِرْ عَلَى كُلِّ مَا يَأْتِي الزَمَانُ بِهِ # صَبْرَ الحُسَـامِ بِكَفِّ الدَارِعِ البَطَلِ وَإِنْ بُلِيْتَ بِشَخْصٍ لَا خَلَاقَ لَهُ # فَكُنْ كَأَنَّكَ لَـمْ تَسْمَعْ وَلَمْ يَقُلِ وَلاَ يَغُرَّنَّكَ مَنْ تَبْدُوْ بَشَــاشَتُهُ # مِنْهُ إِلَيْــكَ فَإِنَّ السُمَّ فيِ الدَسَمِ وَإِنْ أَرَدْتَ نَجَـاحًا أَوْ بُلُوْغَ مُنًى # فَاكْتُمْ أُمُوْرَكَ عَنْ حَـافٍ وَمُنْتَعِلِ Terjemahan : Rezeki itu datang dengan kerja keras dan tertahan dengan kemalasan. Maka bekerja keraslah niscaya kau dapatkan dengan segera apa yang kau cita-citakan. Bersabarlah terhadap segala hal yang akan datang bersama waktu. Sebagaimana sabarnya pedang saat berada di genggaman ksatria b...

Kata Imam Syafii Tentang Kemuliaan Jiwa

Gambar
  لِلإِمَامِ الشَافِعِيِّ (المُتَوَفَّى سَنَةَ ٢۰٤ هـ) فيِ عِزَّةِ النَّفْسِ وَعَيْنُ الرِضَا عَنْ كُلِّ عَيْبٍ كَلِيْلَةٌ # كَمَا أَنَّ عَيْنَ السُخْطِ تُبْدِي المَسَاوِيَا وَلَسْتُ بِهَيَّـابٍ لِمَنْ لاَ يَهَابُنِي # وَلَسْتُ أَرَى لِلْمَرْءِ مَا لَا يَرَى لِيَـا فَإِنْ تَدْنُ مِنِّيْ تَدْنُ مِنْكَ مَوَدَّتِي # وَإِنْ تَنْأَ عَنِّيْ تَلْقَنِيْ عَنْكَ نَائِيَــا كِلَانَا غَنِيٌّ عَنْ أَخِيْهِ حَيَــاتَهُ # وَ نَحْنُ إِذَا مِتْنَا أَشَدُّ تَغَانِيَـــا Pandangan penuh cinta itu buta terhadap segala cela. Sebagimana pandangan penuh kebencian juga selalu jeli terhadap segala cela. Aku tidak takut kepada orang yang tidak takut kepadaku. Aku tidak memandang kepada seseorang selama ia tak memandangku. Jika kau mendekatiku, maka kasih sayangku pun mendekatimu. Dan jika kau menjauhiku, maka kau akan mendapatiku jauh darimu. Semua dari kita terlepas dari kehidupan saudaranya. Lebih-lebih lagi jika kita telah meningal dunia nanti. 1- Maksud dari bait pertama adalah bahwasannya orang yang ha...

Kata Imam Syafii (Wafat 204 H) Tentang Pujian Merantau

Gambar
قَالَ الإِمَامُ الشَّافِعِيُّ (المُتَوَفَّى سَنَةَ ٢ ۰ ٤ هـ) فيِ مَدْحِ السَفَرِ Kata Imam Syafii (Wafat 204 H) Tentang Pujian Merantau مَا فيِ المُقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبٍ # مِنْ رَاحَةٍ فَدَعِ الأَوْطَانَ وَاغْتَرِبِ سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُ # وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيْذَ العَيْشِ فيِ النَصَبِ إِنِّيْ رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءِ يُفْسِدُهُ # إِنْ سَالَ طَابَ وَإِنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ وَالأُسْدُ لَوْلَا فِرَاقُ الغَابِ مَا افْتَرَسَتْ # وَالسَّهْمُ لَوْلَا فِرَاقُ القَوْسِ لَمْ يُصِبِ وَالشَمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فِي الفُلْكِ دَايِمَةً # لَمَلَّهَا النَاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنْ عَرَبِ وَالتِبْرُ كَالتُرْبِ مُلْقًى فِيْ أَمَاكِنِهِ # وَالعُوْدُ فِيْ أَرْضِهِ نَوْعٌ مِنَ الحَطَبِ Terjemahan : Tidak ada istilah diam dan santai bagi orang yang memiliki akal dan adab. Maka  tinggalkanlah kampung halaman dan merantaulah. Merantaulah, niscaya akan kau dapatkan pengganti bagi orang yang kau tinggalkan. Berusahalah, karena nikmatnya hidup itu ada dalam usaha. Sesungguh...

Di Sabtu yang Bersejarah itu, Beliau Menangis

Gambar
 Di Sabtu yang Bersejarah itu, Beliau Menangis   Masjid Jami dari samping Aku menangkap atmosfer berbeda menyelimuti masjid Jami. Beberapa orang gadis bermukena putih dengan sajadah tersampir di pundak berlalu lalang, sibuk mengangkat dan memindahkan tiang satir pembatas shaf. Ujungnya yang menggesek lantai menimbulkan suara mendecit-decit mengilukan pendengaran, bagaikan suara biola tua raksasa yang telah rusak. Perlahan-lahan, terlihat ribuan makhluk dari bani adam duduk berdesak-desakan di depan mimbar. Beberapa mata mencuri pandang ke arah kami, para santriwati.  Hampir semua wajah yang hadir saat ini menampilkan sebuah ekspresi yang sama. Gelisah, penasaran, gerah, terheran-heran. Bagaiman tidak, kami semua mengetahui, satir pembatas masjid tidak pernah dibuka, kecuali pada setiap pagi di hari Jum'at, dalam majelis bernama ta'lim mudir, atau dalam setiap acara seminar. Pasalnya ini adalah Sabtu, bukan saat yang tepat untuk ta'lim mudir, dan jam menunjukkan angka 12.3...

Allah Punya Cara Mengabulkan Do'a ; Aku, Darunnajah, dan Ahmad Fuadi.

Gambar
Cipining, 2018 "Hah, Negeri 5 Menara bakal syuting di Darunnajah?" Seorang gadis berkerudung hitam di sampingku mengucek-ngucek pandangan tak percaya. Beberapa kepala mengangguk membenarkan perkataannya. Aku hanya bisa terdiam mendengarkan, sambil sesekali berdecak kagum. Pagi hari usai menyelesaikan amaliyah, kami berkumpul di kamar, saling berbagi cerita remeh temeh, atau sekedar berbagi kabar yang sekiranya sedang trendic topic di asrama Kampus 1. Kali ini, suasana kamar di penuhi euforia Negeri 5 Menara yang akan mengadakan syuting di pesantren kami Darunnajah 2 Cipining. Bukan hanya pagi ini saja, tapi agaknya euforia itu menyebar hingga sepanjang hari, dan menjangkiti hampir seluruh penghuni asrama rayon Aisyah. "Kabarnya, liburan semester 1 ini, mereka bakal dateng ke sini buat riset lokasi, kita kan nggak pulang, jadi siapa tahu bisa ketemu pemainnya!" sahut salah satu temanku, berharap. "Kabarnya juga, filmnya bakal ditayangin pas Ramdhan, jadi syutin...

Sepotong Sajak untuk Simbok

Gambar
Bukan boneka barbie atau cupcake hanya kue lapis dan onde-onde yang selalu kau belikan setiap pulang pasar atau sepotong daging kambing berbungkus daun jati Bukan dentingan piano atau desiran dawai biola tapi ketiplak bunyi sendal jepit yang biasa kau pakai Bukan gaun mahal atau kebaya anne avantie hanya kain batik usang yang selalu kau buat kemulan Bukan bedcover mahal pengusir dingin tapi keriangan depan api tungku menunggu ubi matang dari benaman penghangat hatiku Masih terngiang jelas waktu kau bacakan kisah raden ajeng kartini atau dongeng timun emas di sore yang bermandikan gerimis Masih tergambar di mataku waktu kau kecup jemari saat ani-ani menggores jari kecilku waktu pertama ikut panen padi atau saat kau marah waktu aku seharian tak pulang asyik menyusuri sungai bersenjata pancing dan akar tuba berharap mendapat sebakul ikan atau saat kita memancing bersama menangkap segenggam cacing selalu kautugaskan padaku lalu kita dengan sabar menunggu lonjakan ikan di mata kail lauk mak...