Secarik Surat dari Anak-anak Palestina



Aku iri denganmu
Kala kau terbangun oleh suara merdu ibumu
Disuguhi sepiring roti dan susu
Langkah kaki menuju tempat menimba ilmu

Sedangkan kami?
Kemana Ibuku?
dimana Ayahku? 
Dan pagi yang seharusnya dipenuhi canda tawa adik-adikku?

Fajar kami disambut suara rudal dan peluru.
Raung sirine menjemput anak-anak mencari ibu.
 Gencat senjata memecah tangis pilu
sang mentari yang takut tersenyum padaku.

Duhai, sungguh aku iri
Dengan tempat mengadu yang tak kau syukuri
Menyambutmu, memelukmu sepulang sekolah
Dalam kehangatan canda tawa nan ramah


Namun menapa mereka menyakiti ibu?
Menembak ayahku?
Kenapa mereka terjunkan rudal untuk mengambil teman-temanku?
Merampas tanahku,
Tempat ibadahku.

Kemanakah keadilan itu?
Apakah hanya karena kami anak-anak Palestina?
Apakah karena kami menganut agama yang berbeda?
 `
Siangmu ceria,
Bermain, bersuka ria,

Sedang kami, adakah kesempatan bagi kami untuk tak menangis barang sebentar saja?

Pemandangan kami hanya jet-jet yang berlalu lalang,
Yang selalu kau kagumi, kala melintas di langitmu yang berawan

Dan kemana kah langit kami yang biru?
Ketahuilah, mereka telah menyulapnya menjadi kelabu,
mengusir sang surya yang selalu ada di buku gambarmu.

Malam kami tanpa ketenangan
diselimut gigil kegelapan
berpeluk puing-puing ketakutan
tangis anak-anak kelaparan

Allah... Tolong kami...
Kami ingin sekerat roti
Namun, siapa yang peduli?

Lihatlah...
Sungai kami merah,
Tanah kami penuh pertumpahan darah
Mimpi-mimpi yang tak terjamah.

Bahkan di sini
Kami menghafal ayat ayat suci
dalam kekhawatiran antara hidup dan mati

Wahai...
Beritahu kepadaku, kapan kamu marah?
Apakah ketika bendera negaramu dirobek?
Ketahuilah ia telah dirobek.

Apakah ketika kehormatan Islam diinjak?
Ketahuilah ia telah diinjak.
Atau ketika kemuliaannya dirampas?
Kami yakin mereka tidak akan mampu merampasnya.

Bukankah kita bernaung dalam ukhuwah yang sama?
Maka,
tolong kami lewat apapun yang kau bisa
Jika tidak dengan senjata, 
bantu kami lewat untaian do'a

Karena kami yakin Islam akan menang

Berikanlah padaku kertas bekas kapal-kapal-anmu
Aku ingin menulis surat pada Ibu
Bahwa aku merindukannya,
Sangat merindukannya
Dan ingin bertanya,
Apakah bertemu ayah di surga?
Apakah bertemu adik, juga teman-temanku di sana?

Sungguh..
Aku menginginkan mereka...

Jonggol, 30 Juli 2017

Palestine will be free..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Sholahudin As Shofadi (Wafat 764 H)

Kata Imam Syafi'i Tentang Bergaul