8 Tradisi Menyambut Ramadhan dari Mesir sampai Rusia, Nomor 6 Tinggal Kenangan?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Alhamdulillah... Tak terasa sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan. Kebahagiaan bertebaran. Apalagi ketika melihat iklan sirup mulai meramaikan layar televisi. Wah, kalau begini mah, belum mulai puasa, sudah haus duluan! Hihihi...
Nah apakah sobat sudah mulai bersiap-siap menyambut kedatangan tamu suci yang penuh berkah ini?
Banyak tradisi unik yang sering diselenggarakan memasuki bulan Ramadhan. Tradisi di setiap daerah berbeda-beda. Bukan cuma ada di Indonesia, ternyata ada banyak negara di berbagai belahan dunia memiliki tradisinya sendiri yang terbilang unik dalam menyambut bulan puasa.
Ingin tahu tradisi-tradisi unik mereka, UCers? Nah berikut ini 5 Negara dengan kebiasaan unik menyambut bulan Ramadhan!
1. Tradisi El-Fanous Mesir
Mesir punya cara unik yang tidak bisa dilepaskan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Menjelang Ramadhan, negeri Mesir akan disulap menjadi kota magis pada malam hari. Umat muslim menghias bula suci dengan lentera-lentera indah atau biasa disebut El-Fanous. Lentera-lentera ini hadir dalam berbagai warna dan ukuran. Biasa digantung di dinding sebagai dekorasi di rumah-rumah penduduk, bahkan dijadikan mainan oleh anak-anak kecil sambil menyanyikan lagu Ramadan.
Bukan hanya lentera, lampu-lampu indah juga ikut menyemarakkan suasana di sepanjang jalan umum, rumah, kafe dan masjid.
Tradisi lampu Fanus ini diawal pada zaman Dinasti Fattimiyah. Legenda mengatakan bahwa pada hari kelima Ramadan pada tahun 358 AH (969 AD), Fatimiyah Khalifah Muezz El-Din El-Allah memasuki Kairo untuk pertama kalinya. Ia tiba setelah senja, dan warga muncul secara massal dengan lentera untuk menyambutnya serta merayakan kedatangannya. Sejak hari itu, fanous menjadi salah satu simbol Ramadan untuk Mesir.
2. Italia
Masyarakat muslim di negara spaghetti ini memiliki tradisi memasak berbagai macam makanan manis. Makanan manis seperti kurma dan juga cokelat menjadi andalan bagi masyarakat di sana. Kreasi makanan dari buah kurma pun muncul dan semakin beragam. Seperti kurma dengan balutan cokelat, hingga pizza dengan topping kurma. Wahh, yummy banget, ya, UCers? Mimin jadi bayangin eskrim dengan topping kurma nih! Hehehe....
3. Perancis
Di Perancis, ada suatu tempat atau daerah yang bernama Kawasan Couronne. Kawasan Couronne menjadi tempat tinggal mayoritas umat muslim di Prancis. Mereka kebanyakan adalah imigran yang berasal dari Arab Saudi. Nah, menyambut bulan Ramadhan, masyarakat muslim di Prancis memperingatinya dengan berbelanja berbagai macam makanan dan pernak-pernik khas Ramadhan. Kawasan jalan Jean-Pierre Timbaud menjadi tempat paling populer yang menjual berbagai pernak-pernik khas Ramadhan.
4. Tradisi Lodra, Albania
Yup, Albania! Salah satu negara yang terletak di Eropa bagian tenggara. Albania memiliki tradisi yang terbilang sangat unik menyambut Ramadhan. Umat muslim di Albania akan menggelar sebuah acara kesenian alat musik yang bernama Lodra untuk menyambut bulan yamg penuh berkah. Lodra memiliki bentuk seperti gendang di Indonesia. Perbedaannya, Lodra menggunakan dua buah stik pemukul yang menghasilkan bunyi berbeda jika digunakan secara bersamaan.
5. Turki
Semarak Ramadhan di Turki bisa dibilang mirip seperti di Indonesia. Hampir di setiap jalan dan masjid terang dengan lampu-lampu khas Ramadhan Timur Tengah.
Namun yang menarik, warga Turki selau menggelar tradisi “Meja Bumi” atau “Meja Bundar” saat Ramadhan tiba. Tradisi ini sudah dimulai sejak 2013.
Tahun lalu, jamuan malam ini digelar di Jalan Istiklal, pada Sabtu (27/5/2017) malam untuk menandai buka puasa pertama, seperti yang dilansir dari Kompas.com, Minggu (28/05/2017)
Sekitar 500 orang mempersiapkan makanan di rumah dan membawanya ke meja lantai raksasa di Istiklal, pedestrian (tempat pejalan kaki) di pusat kota Istanbul.
Lalu, para pejalan kaki diundang bergabung ke "Meja Bundar", yang dimulai dari bagian tengah jalan tersebut dan membentang ke Taksim Square. Ramainya suasana ini tentu menarik perhatian turis lokal dan internasional.
Kemudian juga, hampir semua restoran di sana menawarkan hidangan yang sama untuk berbuka.
Menu yang sering dihidangkan ketika berbuka di Turki adalah "iftariye”, sebuah hidangan pembuka yang komposisinya terdiri atas kurma, zaitun, keju, pastirma, sujuk, roti pide, dan berbagai kue-kue yang disebut “borek”.
Turki sendiri mempunyai tradisi hidangan khas Ramadhan, yaitu Roti Gozleme dan Lavas. Roti merupakan makanan pokok warga Turki yang berbentuk sangat tipis, tak heran jika roti Gozleme dan Lavas selalu ludes terjual saat Ramadhan.
Tradisi unik selanjutnya adalah melakukan barter atau saling menukar hidangan dengan tetangga menjelang berbuka. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat silahturahim. Selain itu tradisi ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan berbagi di kalangan Muslim. Sehingga tak ada umat Muslim di Turki yang kelaparan ketika berbuka.
6. Palestina
Selama Ramadhan, warga Muslim Gaza selalu berkumpul saat waktu ibadah. Masjid Al-Aqsa menjadi ramai dan dipenuhi oleh orang yang terus berdatangan untuk beribadah
Bukan hanya itu, warga Muslim Palestina biasanya memadati gerbang Damaskus untuk berbelanja beragam makanan yang menjadi santapan khas saat berbuka. Lentera dan lampu-lampu juga akan terlihat menghiasi lorong menuju Gaza. Seperti yang dilansir dari www.travel.kompas.com.
Diberitakan Antara, masyarakat Gaza umumnya mengonsumsi makanan yang tidak terlalu berat, seperti keju, telur, dan kurma, saat sahur, yang mereka sebut "Al Sohoor"
Makanan tradisional seperti maqlooba (daging dan sayuran yang digoreng beserta nasi), musakhan (ayam panggang pada roti taboon yang dilengkapi dengan potongan bawang, rempah-rempah, dan kacang pinus), maftool, dan fatta biasa dihidangkan saat berbuka puasa.
Kemudian juga sama seperti Mesir, mereka juga punya tradisi El-Fanous lho!
Semoga tahun ini saudara kita di Palestina masih bisa melaksanakan tradisi menyambut Ramadhan tersebut ya UCers, mengingat Israel berniat memindahkan ibukotanya ke Yerussalem. :(
7. Iran
Ada beberapa tradisi atau budaya masyarakat Iran menyambut Ramadhan:
-Punya Budaya Mudik
Nggak cuma di Indonesia, ternyata Iran juga punya budaya mudik, lho! Teheran, layaknya Jakarta, sebagai tempat orang-orang Iran mengadu nasib. Pada hari-hari tertentu, penduduk yang mengadu nasib ke Teheran akan berbondong-bondong untuk pulang kampung (mudik).
Jika budaya mudik di Indonesia dilakukan menjelang lebaran Idul Fitri, maka lain halnya dengan di Iran, mudik dilakukan pada awal puasa.
-Lomba Pameran Al-Qur-an
Selama bulan Ramadhan, terasa sekali suasana Qurani di Iran. Ada banyak pameran dan lomba-lomba seputar Alquran (musabaqe Quran). Di dalam pameran tersebut, digelar berbagai hasil karya yang berhubungan dengan Alquran, mulai dari pameran mushaf, kaligrafi, tafsir, buku-buku, CD, sampai berbagai aksesoris Quran lainnya.
-Makanan Khas Iran
Makanan yang biasa disajikan pada saat berbuka oleh penduduk Muslim Iran biasanya teh, roti, keju, sayuran segar, serta zoolbia dan bamiyeh (kudapan berlapis sirup manis khas Persia) dan halva (makanan manis yang antara lain terbuat dari pati, telur, gula, saffron, dan kacang).
Ada juga makanan yang disebut dengan shole zard, yaitu makanan penutup yang terbuat dari beras, gula, dan kunyit dan haleem, sejenis bubur yang dibuat dari terigu, barley, dan daging. Wah kayaknya enak, ya, UCers! Ada yang udah pernah nyobain?
8. Rusia
Festival Ramadhan (Ramadhan Tenti) merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan yang dilakukan selama bulan Ramadhan. Festival ini diadakan di kota Moskow, Rusia. Festival Ramadhan terbuka untuk umum, sehingga akan banyak pengunjung dari berbagai negara menyaksikan festival tersebut.
Kegiatan festival Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi puluhan Muslim di Moskow sekaligus berbuka puasa bersama. Aneka makanan tradisional dari berbagai etnik Muslim Rusia juga dijajakan pada bazar selama festival berlangsung.
Nah, itulah 8 tradisi menyambut Ramadhan di berbagai negara versi Koplakivator. Wahh... Seru ya, nggak kalah sama tradisi di Indonesia. Semoga mimin sama sobat UCers bisa melihat sendiri tradisi tersebut di negara asalnya. Aamiin...
Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan untuk umat muslim di seluruh dunia! Terutama buat sobat UCers yang sudah mampir!
Terimakasih... ^^
(Dari berbagai sumber.www.kudo.co.id www.kompas.com www.republika.com www.amongguru.com m.liputan6.com wwwsatuharapan.com m.famous.id dan opini pribadi)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar